Friday, May 20, 2011

Nutrisi Hati : Ikhlas

Pagi kemarin tgl 20 mei 2010, Saat Saya berkunjung ketempat seseorang untuk mengerjakan suatu pekerjaan, Saya mendapat sebuah cerita sekaligus pengalaman hidup seorang Laki Laki yang sangat mengilhami Saya.

Saya sampai terpesona mendengarkan cerita beliau.
Kisah ini adalah kisah seorang Kepala Rumah Tangga yang sangat bertanggungjawab. Namanya Pak Barori, Beliau adalah Ext GM (General Manager)Kedaulatan Rakyat. Beliau cerita mengenai keikhlasan seorang manusia.


Ceritanya dimulai saat istrinya hamil anak ke-dua. Saat hamil, istrinya mengeluh punggungnya sering sakit, mungkin lumrah bagi seorang ibu hamil, tetapi ternyata ada kelainan di tulang belakangnya, hingga akhirnya istrinya lumpuh saat melahirkan anak ke-dua tersebut. Tapi alhamdulillah saat itu anaknya lahir normal.

Beliau kemudian membawa istrinya berobat, dan divonislah oleh para dokter untuk dioperasi, harus diambil dua ruas tulang belakangnya agar virus tidak menyebar lebih luas. Saat itu Bapak ini bimbang, beliau minta waktu untuk berfikir. Beliau jalani Sholat malam, puasa, minta petunjuk Allah SWT.
Operasi yang ditawarkan dokter akhirnya ditolak bapak ini, setelah mendapatkan sebuah artikel di surat kabar yang isinya menceritakan tentang seseorang dengan penyakit sama seperti yg diderita istrinya bisa sembuh dengan menghirup udara laut (pantai).

Beliau akhirnya memutuskan untuk menjalani terapi ini. Dengan ikhlas bapak ini membantu membopong istrinya tiap hari selama kurang lebih 3 bulan untuk menghirup udara pantai. Bayangkan, tiap hari, setiap selesai sholat subuh, beliau dengan saudaranya membawa istrinya ke Pantai. Kurang lebih 3 bulan, atau sekitar 90an hari. Subhanallah.

Dan sungguh diluar dugaan, ternyata kondisi kesahatan sang istri membaik. Saat itu kakinya sudah mulai bisa digerakkan.
Tawakalnya tidak sampai disitu saja, bapak ini kemudian memutuskan untuk pergi Haji, beliau ingin meminta kepada Allah agar istrinya diberi kesembuhan. Beliau ingin berdoa ditempat Mustajab yang sudah dijanjikan oleh Alllah SWT. Beliau ikhlas, apapun yang akah Allah SWT berikan kepadanya akan ia terima. Kalaupun memang istrinya tidak sempuh beliau anggap ini ujian dari Allah SWT, beliau bersedia menjalaninya.
Tapi sungguh Luar Biasa Kebesaran Allah SWT. Dan sungguh ini kehendah Allah SWT, sebelum tiba di tanah air, istrinya mengabari bahwa dia sudah bisa berjalan, kakinya sudah kuat, sudah seperti biasa. 

Bukan hanya itu saja, saudara beliau yang belum dikaruniai keturunan selama 11 tahun menikah, karena kesungguhan beliau berdoa juga dikabulkan. Saudaranya menangis setelah mengetahui kalau istrinya hamil.


Dan semakin tambah luar biasanya adalah salah satu saudaranya yang lain lagi yang meminta tolong untuk mendoakan anaknnya yang saat itu salah pergaulan (mabuk, judi, dll) juga terkabul. Anaknya sekarang hidup normal, sudah punya instri dan sudah mempunyai pekerjaan, Subhanallah.
kata-kata Beliau yang masih terngiang ngiang dibenak Saya :

“Ikhlas, Berdoalah, dan jangan mengharap doa itu dikabulkan atau tidak, kita serahkah kepada Allah SWT, DIA lebih mengerti daripada kita”
Sepertinya susah bagi kita untuk seperti itu, kita pasti mengharap apa yang kita minta dalam doa itu terkabul, padahal sebenarnya Allah SWT lebih mengerti kebutuhan kita.

Saya jadi rindu dengan Bapak Saya, Beliau adalah ustadz pertama Saya yang mengajari tentang kehidupan ini. Saya tidak akan pernah lupa. Saya rindu sekali.

1 comment:

  1. jadi terharu.... kadang bapak terlupakan dalam hidup... kangen bapak.....

    ReplyDelete