Tuesday, May 17, 2011

Mereka Itu Semangatku

Seharian tadi bersama keluarga. Melihat dua Bocah kecilku dari padi, mulai bangun terus siang kepantai sampai malem mereka tidur rasanya seneng banget. Kalau udah ngerasa kaya gini pengen banget bisa kumpul terus, gak pengen ninggalin mereka. Apalagi si Rara (4,5) dan Rey (2,5) sedang lucu lucunya. Banyak kata atau kadang kadang gayanya yang gak nyangka bisa dilakuin anak sekecil mereka.

Inget Keluarga kaya gini jadi keinget perjuanganku waktu dulu. Dulu, keluarga jadi nomer satu, sampai sampai berani keluar kerja demi keluarga. Dulu jiwa muda masih dominan ada di pikiran ini. Berani keluar kerja, buat bisnis sendiri.

Dulu jiwa enterpreneur seorang anak muda sangat berkobar. Tapi saat itu Saya salah langkah. Bisnis gak berjalan karena salah hitungan. Sebenarnya bukan masalah hitungan juga, faktor manajemen SDM juga berpengaruh.

Tahun 2006 lalu Saya bekerja, hanya 1 tahun kemudian Saya Resign. Tahun 2007 Saya coba bisnis Laundry dengan modal patungan dengan teman. Saat itu posisi saya sebagai pengelola, modal uang Saya hampir Nol, teman Saya yang waktu itu sebagai pemodal.

Satu-dua-tiga bulan usaha berjalan dan sudah mempunyai pelanggan. Hasil juga sudah ada, walaupun hanya cukup untuk gaji pegawai, biaya sewa tempat, Listrik, dll. Pegawai Saya hanya satu, dia Istri Saya yang kebetulan sedang Hamil pada waktu itu.

Saat itu mulai satu, dua, tiga permasalah muncul. Dan pada akhirnya Saya putuskan untuk menutup usaha Saya. Saat itu modal belum balik. Sedih rasanya.

Setelah saya tutup usaha, saya coba melamar kerja, dan alhamdulillah keterima. Sampai saat ini saya masih bekerja di tempat kerja tersebut.
Kadang masih kepikiran untuk buka usaha lagi, tapi ketakutan itu selalu muncul. Saya sendiri heran, kenapa semangat yang dulu pernah muncul sekarang nggak ada sedikitpun.

Ingin sekali rasanya punya usaha sendiri lagi. Walaupun kecil kecilan, tapi punya sendiri. Kenapa pilih usaha sendiri? Alasan Saya hanya satu, Saya ingin bebas. Nggak ada batas waktu untuk ketemu dengan keluarga.
Kok bisa?

Saat usaha sudah berjalan, kita tidak perlu lagi berada disitu, kita bisa delegasikan ke saudara kita yang membutuhkan lapangan kerja. Jadi kita bisa bebas tentukan waktu kita.

Semoga dengan berjalannya waktu, pikiran ini kembali dibuka. Nggak selamanya Saya akan ikut dengan orang lain. Semoga cita cita ini cepat terwujud. Amien. Doakan Papamu ini ya Nak.

No comments:

Post a Comment